Regenerasi yaitu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang rusak atau lepas.
Berikut contoh regenerasi dari setiap filum.
1. porifera
Porifera memiliki daya regenerasi yang tinggi.
Contohnya pada spons. Kapasitas luar biasa spons untuk tumbuh, diwujudkan tidak
hanya oleh pemulihan bagian yang rusak atau hilang tetapi juga oleh regenerasi
lengkap dari fragmen atau bahkan sel tunggal. Sel spons dapat dipisahkan dengan
metode mekanis (misalnya, meremas sepotong spons melalui kain sutra halus )
atau dengan metode kimia (misalnya, penghapusan kalsium dan magnesium dari air
laut).
2. Coelenterata
Hydra dapat dipotong-potong sampai kecil
sekali dan 1/200 bagian dari tubuhnya dapat menjadi individu baru yang utuh.
binatang ini memiliki sel induk yang menyebar merata di seluruh tubuhnya. Pada
Hydra, hanya terdapat satu jenis sel induk, yang dapat melakukan segala
pekerjaan dan fungsi. Menurut penelitian yang dilakukan prof. Roland Peter,
peneliti regenerasi biologi dari Universitas Salzburg, menunjukan pada Hydra, sekitar
40 persen sel tubuhnya terdiri dari sel induk. Dalam penelitian terlihat, hanya
diperlukan sekitar 10.000 sel untuk melakukan regenerasi secara lengkap menjadi
seekor Hydra utuh. Jika misalnya cacing gepeng itu dipotong dua secara
melintang, akan terbentuk dua cacing yang identik.
3. Platyhelminthes
Platyhelminthes
memiliki daya regenerasi yang besar, dimana tiap potongan
tubuh dapat tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Contohnya pada Planaria. Ia dapat beregenerasi
dari 1/300 fragmen tubuhnya menjadi individu yang utuh.
4. Nematoda (Nemathelmintes)
Tidak beregenerasi
5. Annelida
Daya
regenerasi pada
Anelida terbatas. Jika tubuh dipotong-potong, setiap potongan dapat tumbuh
menjadi individu baru yang utuh, tapi segmennya tidak selengkap semula. Alat
genitalia tak ikut beregenerasi. Jika potongan tak mengandung genitalia asli
individu baru yang berasal dari situ tak bergenitalia. Hirudinea (pacet dan
lintah) dan Filum.
6. Mollusca
Mollusca daya regenerasinya kecil. Mata yang lepas asal ada batangnya, masih bisa beregenerasi. Tapi
kalau tak ada batang itu, tak mampu. Sebagian kepala atau kaki juga dapat
beregenerasi.
7. Arthropoda
Pada
Arthropoda terbatas pada beberapa anggotana. Crustacea tergolong yang tinggi dayanya di dalam phylum ini, baik
tingkat larva maupun dewasa. Pada Insecta terbatas pada waktu larva saja.
Melepaskan sendiri ruas-ruas kaki biasa pada beberapa laba-laba dan kepiting,
untuk melepaskan diri dari tangkapan musuh. Melepaskan bagian tubuh secara
natural ini untuk diregenerasi lagi nanti disebut autotomy, artinya
memotong-motong diri sendiri.
8. Echinodermata
Echinodermata, contohnya bintang laut, memiliki kemampuan untuk meregenerasi lengan mereka bahkan terkadang
mampu meregenarasi seluruh tubuh mereka. Hebatnya lagi, jika bintang laut tersebut hanya
memiliki satu lengan sekalipun, selama masih memiliki cincin saraf pusat yang
masih utuh, maka dapat tumbuh kembali menjadi bintang laut yang sama sekali
baru.
Pada Holothuroidea
(teripang), sesekali waktu kadang dilepaskan sendiri alat-alat dalam lewat anus
keluar, seperti alat pernapasan dan saluran pencernaan. Nanti dapat diganti
dengan yang baru.
9. Chordata
Yang
tertinggi daya regenerasi pada filum ini ialah Urodela. Hewan ini banyak dipakai dalam
regenarsi eksperimentil. Anggota tubuh, insang, ekor, rahang, mata, dapat
tumbuh kembali kalau lepas atau terpotong. Pada Anura regenerasinya terbatas
pada tingkat larva, dan hanya pada anggota dan ekor. Yang dewasa tak bisa
beregenerasi sama sekali. Reptilia hanya terbatas pada ekor, yang seperti
kepiting juga untuk melepaskan diri dari tanggapan musuh, ekor dibiarkan lepas.
Pisces
hanya pada sirip. Jadi nampak jelas di sini, kedudukan sistematik tak punya
hubungan linier dengan daya regenerasi. Nematoda lebih rendah kedudukan
sistematik dari Annelida; begitu juga Pisces terhadap Anura dan Urodela. Tapi
kelompok pertama hampir tak ada regenerasinya.
Pada
Aves, daya regenerasi hanya pada sebagian kecil paruh. Mammalia daya
regenerasinya terbatas pada jaringan, tidak sampai tingkat alat. Regenerasi
jaringan sering setara dengan penyembuhan luka. Luka di kulit yang besar,
jaringan ikat baru agak beda dengan dermis asli, karena banyak sekali
kolagennya, disebut parut.
Mamalia
memilki kemampuan regenerasi yang lebih baik dari apa yang kita kira
sebelumnya. Contoh lainnya terjadi pada kelinci yang dapat meregenerasi cuping
telinganya,
kelelawar yang dapat meregenerasi bagian sayap mereka, tikus berduri dengan
cepat meregenerasi kulit dan memperbarui lubang di telinga mereka. Seekor rusa
dapat membuang kemudian menumbuhkan kembali tanduk mereka dengan besar dan
teratur. Rusa dapat menumbuhkan kembali tanduknya yang seberat 27 kilogram
dalam kurun waktu tiga bulan saja.
Jaringan
yang tinggi daya regenerasinya pada Mammalia ialah tulang dan jaringan ikat;
disusul oleh otot dan sel hati. Kerusakan atau patahan besar pada tulang dapat
dikembalikan seperti asli, terutama pada anggota. Setiap celah yang terbentuk
oleh trauma (benturan) segera diisi jaringan ikat. Jaringan yang tak mampu
beregenerasi, seperti otot jantung, di celah yang luka diisi oleh jaringan ikat
membentuk parut. Alat dalam dapat beregenerasi. Hati dapat diangkat sebagian
dan yang hilang dapat ditumbuhkan kembali, meski tidak seutuh semula. Tendon juga mampu beregenerasi.