Senin, 04 Agustus 2014



HANDLING, PEMBERIAN PERLAKUAN,
DAN PENGAMBILAN SAMPEL BERBAGAI HEWAN PERCOBAAN


Tanggal Praktikum           : 13 Maret 2014

D. Pembahasan
Cara memegang (handling) mencit berbeda dengan handling tikus. Alasan utamanya tentu karena perbedaan ukuran tubuh keduanya. Tikus berukuran lebih besar daripada mencit sehingga kekuatannya pun juga lebih besar. Oleh karena itu, dalam meng-handling tikus diperlukan teknik yang lebih khusus. 

Meng-handling mencit hanya mengandalkan pegangan pada kulit longgar di bagian lipatan kulit tengkuk hingga ke bagian belakang saja. Sedangkan dalam meng-handling tikus, diperlukan tiga kuncian jari (telunjuk, jari tengah, dan ibu jari). Setelah yakin kuncian tersebut kuat, baru kemudian membalikkan posisi tubuh tikus. Handling  tikus dan mencit perlu dipastikan bahwa tikus/mencit tersebut sudah nyaman dengan posisinya di tangan kita. Hal ini ditandai dengan sikap tikus/mencit yang tidak banyak bergerak untuk melepaskan diri. 

Perlu diwaspadai jika tikus/mencit tersebut tidak nyaman, bisa jadi ia akan menggigit jari praktikan. Jika hal itu terjadi, jangan menarik tikus/mencit tersebut, tetapi biarkan saja dan tetap tenang agar lepas dengan sendirinya. Seperti yang kita ketahui gigi rodensia/hewan pengerat dapat merobek kulit. 

Ketidaknyamanan tikus/mencit dalam tangan kita bisa juga menimbulkan kecelakaan untuk tikus/mencit itu sendiri. Misalnya dalam pemberian perlakuan, jangan sekali-kali melepaskan tikus/mencit jika sonde masih ada di dalam tubuh tikus/mencit tersebut, karena akan membahayakannya.

Memegang ekor tikus/mencit juga perlu diperhatikan, yaitu memegang pada bagian ½ ekornya (mendekati pangkal). Selain itu pastikan tangan kita juga harus jauh dari area sekitar mulut tikus/mencit agar tidak digigit.

Hambatan yang ditemui ketika meng-handling adalah rasa takut untuk memegang tikus/mencit. Hal itu berpengaruh terhadap kuat/lemahnya kita dalam memegang tikus/mencit. Jika pegangan kita lemah, tikus/mencit akan dapat mudah lepas. Sebaliknya, jika pegangan kita terlalu kuat, akan membuat tikus/mencit cidera (parahnya, tulang tikus/mencit akan bergeser dan bisa menyebabkan kematian untuk si tikus/mencit). Jadi, hati-hati dalam memperlakukan mereka. 

Alat sonde (kanul bengkok) adalah jarum berujung bulat dan berubang di bagian sampingnya, digunakan untuk memasukkan senyawa langsung ke lambung melalui esophagus. Ujung sonde yang bulat bertujuan agar tidak melukai organ dalam tikus/mencit. Sonde dimasukkan hingga batas sonde. Ada hambatan dalam memberi perlakuan ini, yaitu rasa iba terhadap tikus/mencit ketika memasukkan sonde. Ketika menyonde, kanul bengkok yang digunakan untuk mencit berbeda dengan alat sonde untuk tikus. Kanul bengkok untuk mencit tentunya berukuran lebih kecil. 

Pengambilan darah dilakukan oleh laboran sebagai peraga yang sudah ahli. Bagian tubuh tikus/mencit yang diambil darahnya berbeda antara ingin mengambil sedikit/banyak darah. Jika sedikit, cukup di vena bagian ekor. Jika masih kurang, ambil dengan memotong satu jari kaki. Jika ingin mengambil darah yang lebih banyak, laboran memberi contoh mengambil bagian pada sinus orbitalis menggunakan tabung mikrohematorit. Hambatan yang muncul lagi-lagi karena ras iba.
Apabila tikus/mencit sudah terluka, jangan dikembalikan ke kandang bersama teman-temannya lagi, karena dalam keadaan lapar, tikus/mencit bersifat kanibal dan memakan temannya yang lemah.

Praktikan harus tetap fokus dan konsentrasi. Perbedaan tikus/mencit betina dengan yang jantan cukup jelas. Tikus/mencit jantan memiliki  testis yang terlihat jelas (namun ketika stres kadang disembunyikan sehingga tidak terlihat), selain itu hanya memiliki satu lubang yaitu anus. Sedangkan tikus/mencit betina memiliki dua lubang, yaitu anus dan vagina. Lubang anus yang letaknya dekat dengan pangal ekor.

Rasa iba yang muncul diatasi dengan keyakinan bahwa yang dilakukan ini adalah untuk ilmu pengetahuan, oleh karena itu, kita harus belajar sungguh-sungguh agar hewan-hewan percobaan itu benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar