Let's study

BELAJAR ITU TIDAK MENGENAL BATASAN USIA. NIATKAN HATI UNTUK MENCARI ILMU IKHLAS KARENA ALLAH, DAN BERHARAP AGAR ILMU YANG TELAH DIPEROLEH BISA BERMANFAAT DI DUNIA DAN AKHIRAT
SALAM :)

Jumat, 02 Mei 2014

Kemampuan Regenerasi pada Setiap Filum



Regenerasi yaitu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang rusak atau lepas.
Berikut contoh regenerasi dari setiap filum.
1. porifera
Porifera memiliki daya regenerasi yang tinggi. Contohnya pada spons. Kapasitas luar biasa spons untuk tumbuh, diwujudkan tidak hanya oleh pemulihan bagian yang rusak atau hilang tetapi juga oleh regenerasi lengkap dari fragmen atau bahkan sel tunggal. Sel spons dapat dipisahkan dengan metode mekanis (misalnya, meremas sepotong spons melalui kain sutra halus ) atau dengan metode kimia (misalnya, penghapusan kalsium dan magnesium dari air laut).
2. Coelenterata
Hydra dapat dipotong-potong sampai kecil sekali dan 1/200 bagian dari tubuhnya dapat menjadi individu baru yang utuh. binatang ini memiliki sel induk yang menyebar merata di seluruh tubuhnya. Pada Hydra, hanya terdapat satu jenis sel induk, yang dapat melakukan segala pekerjaan dan fungsi. Menurut penelitian yang dilakukan prof. Roland Peter, peneliti regenerasi biologi dari Universitas Salzburg, menunjukan pada Hydra, sekitar 40 persen sel tubuhnya terdiri dari sel induk. Dalam penelitian terlihat, hanya diperlukan sekitar 10.000 sel untuk melakukan regenerasi secara lengkap menjadi seekor Hydra utuh. Jika misalnya cacing gepeng itu dipotong dua secara melintang, akan terbentuk dua cacing yang identik.
3. Platyhelminthes
                Platyhelminthes memiliki daya regenerasi yang besar, dimana tiap potongan tubuh dapat tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Contohnya pada Planaria. Ia dapat beregenerasi dari 1/300 fragmen tubuhnya menjadi individu yang utuh.
4. Nematoda (Nemathelmintes)
                Tidak beregenerasi
5. Annelida
Daya regenerasi pada Anelida terbatas. Jika tubuh dipotong-potong, setiap potongan dapat tumbuh menjadi individu baru yang utuh, tapi segmennya tidak selengkap semula. Alat genitalia tak ikut beregenerasi. Jika potongan tak mengandung genitalia asli individu baru yang berasal dari situ tak bergenitalia. Hirudinea (pacet dan lintah) dan  Filum.
6. Mollusca
 Mollusca daya regenerasinya kecil. Mata yang lepas asal ada batangnya, masih bisa beregenerasi. Tapi kalau tak ada batang itu, tak mampu. Sebagian kepala atau kaki juga dapat beregenerasi.
7. Arthropoda
Pada Arthropoda terbatas pada beberapa anggotana. Crustacea tergolong yang tinggi dayanya di dalam phylum ini, baik tingkat larva maupun dewasa. Pada Insecta terbatas pada waktu larva saja. Melepaskan sendiri ruas-ruas kaki biasa pada beberapa laba-laba dan kepiting, untuk melepaskan diri dari tangkapan musuh. Melepaskan bagian tubuh secara natural ini untuk diregenerasi lagi nanti disebut autotomy, artinya memotong-motong diri sendiri.
8.  Echinodermata
Echinodermata, contohnya bintang laut, memiliki kemampuan untuk meregenerasi lengan mereka bahkan terkadang mampu meregenarasi seluruh tubuh mereka. Hebatnya lagi, jika bintang laut tersebut hanya memiliki satu lengan sekalipun, selama masih memiliki cincin saraf pusat yang masih utuh, maka dapat tumbuh kembali menjadi bintang laut yang sama sekali baru.
Pada Holothuroidea (teripang), sesekali waktu kadang dilepaskan sendiri alat-alat dalam lewat anus keluar, seperti alat pernapasan dan saluran pencernaan. Nanti dapat diganti dengan yang baru.
9. Chordata
Yang tertinggi daya regenerasi pada filum ini ialah Urodela. Hewan ini banyak dipakai dalam regenarsi eksperimentil. Anggota tubuh, insang, ekor, rahang, mata, dapat tumbuh kembali kalau lepas atau terpotong. Pada Anura regenerasinya terbatas pada tingkat larva, dan hanya pada anggota dan ekor. Yang dewasa tak bisa beregenerasi sama sekali. Reptilia hanya terbatas pada ekor, yang seperti kepiting juga untuk melepaskan diri dari tanggapan musuh, ekor dibiarkan lepas.
Pisces hanya pada sirip. Jadi nampak jelas di sini, kedudukan sistematik tak punya hubungan linier dengan daya regenerasi. Nematoda lebih rendah kedudukan sistematik dari Annelida; begitu juga Pisces terhadap Anura dan Urodela. Tapi kelompok pertama hampir tak ada regenerasinya.
Pada Aves, daya regenerasi hanya pada sebagian kecil paruh. Mammalia daya regenerasinya terbatas pada jaringan, tidak sampai tingkat alat. Regenerasi jaringan sering setara dengan penyembuhan luka. Luka di kulit yang besar, jaringan ikat baru agak beda dengan dermis asli, karena banyak sekali kolagennya, disebut parut.
Mamalia memilki kemampuan regenerasi yang lebih baik dari apa yang kita kira sebelumnya. Contoh lainnya terjadi pada kelinci yang dapat meregenerasi cuping telinganya, kelelawar yang dapat meregenerasi bagian sayap mereka, tikus berduri dengan cepat meregenerasi kulit dan memperbarui lubang di telinga mereka. Seekor rusa dapat membuang kemudian menumbuhkan kembali tanduk mereka dengan besar dan teratur. Rusa dapat menumbuhkan kembali tanduknya yang seberat 27 kilogram dalam kurun waktu tiga bulan saja.
Jaringan yang tinggi daya regenerasinya pada Mammalia ialah tulang dan jaringan ikat; disusul oleh otot dan sel hati. Kerusakan atau patahan besar pada tulang dapat dikembalikan seperti asli, terutama pada anggota. Setiap celah yang terbentuk oleh trauma (benturan) segera diisi jaringan ikat. Jaringan yang tak mampu beregenerasi, seperti otot jantung, di celah yang luka diisi oleh jaringan ikat membentuk parut. Alat dalam dapat beregenerasi. Hati dapat diangkat sebagian dan yang hilang dapat ditumbuhkan kembali, meski tidak seutuh semula. Tendon juga mampu beregenerasi.